Nikmat hujan`

Dan kulihat tetes hujan pagi ini. Kulihat caranya diturunkan Maha Pencipta dari langit. Sangat indah. Memesona. Tak ada keraguan saat ia turun.

Caranya turun pun cerdas. Titik-titik air yang bersambung-sambung. Kontinyu. Tak pernah turun hanya pada satu titik. Banyak. Ramai. Turunnya membasahi hamparan bumi. Menyejukkan. Menghidupkan.

Dari hujan kita belajar untuk memberi kepada yang lain. Tak pernah kikir. Belajar untuk senantiasa meluaskan manfaat diri. Ia hadir bukan untuk satu individu. Ia ada untuk berbagai makhluk. Memberi untuk terus berarti.

Dari hujan kita pun belajar tentang keikhlasan. Tak pernah sejarah mencatat hujan meng-aku-kan diri. Kita yang menerima sejuknya yang mendefinisikan tentangnya. Kita yang mereguk manfaatnya yang memberikan nama.

Di Indonesia, ia disebut hujan. Belahan bumi lain, menamainya rain. Warga La tour Eiffel memanggilnya Plui. Negeri Sakura menyapanya Ame.

Semua belahan bumi punya nama tentangnya. Eksistensinya diakui. Tapi, ia sendiri tak pernah dicatat sejarah pernah berujar, “Ini Saya… Itu Aku… Karena Aku… jasaku…” apalagi berkata… “Kalau tak ada Aku…kalian bisa apa?”

Maka, kita belajar banyak dari hujan. Memberi manfaat seluas bumi. Menumbuhkan yang mulai layu. Menyejukkan yang mulai gersang. Kemudian, ia pun hening dalam keikhlasan. Tak pernah riuh sebutkan kebaikan.

Benarlah ia disebut Rahmat oleh Sang Pencipta. Lalu bagaimana dengan kita manusia, makhluk yang diciptakan paling mulia dibanding yang lain?

Padang, Auditorium UNP 14 September 2018. Saat tetesan Rahmat-Nya meratakan kesejukan.

Iklan

Keberkahan Hujan

Foto ala kadarnya dimoment Wisuda hi

Hujan selalu seperti Ini, datang dengan penuh kesejukan perlahan reda dan digantikan oleh keindahan pelangi 🌈 sehingga benar benar menyimpan banyak kenangan kala hujan berjatuhan di hamparan bumi, banyak cerita dikala rintik hujan menemani perjalanan tambah lagi jika berjalan bersama mereka yang suka kriik kriik namun membahagiakan sekaaaliii hee

Layaknya pertemuan, kehilangan juga akan terjadi tanpa kata permisi ”
Begitu juga dengan hujan siang ini tiba-tiba menemani perjuangan di episod kali ini~
Hujan kali ini tanpa mereka, yaa tanpa mereka berdua yang menemani momen wisuda kemarin~

Painan~
3okt`18

Rumah Tahfidz Qur’an Ummu Ranna

Nadera dan Alya sore sore tahfidz~ Menghafal semudah tersenyum^^

Sedari duluuu semasa esempe lagi, pengin sekali bisa ngajar anak TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an)

ditambah lagi punya teman tinggalnya Deket Mesjid jadilah beliau `ngajar ngaji ( Red ukhty Mishaleni) rasanya iri gituhhh~ tidak sekedar mengajar namun juga mentarbiyahkan/Mendidik anak anak yang masih imut imutnya, lucu menggemaskan sekaaaliii bukan? Ah apalgi ane sukaaaa sekali sama anak anak kecil~ menyenangkan sekali bersama mereka, karena mereka belum merasa kan beban, jd dech ikutan ngk punya rasa beban🤦‍♀😃

Jadilah baru kesampaian sekarang bisa ngajar ngaji 😃 padahal tajwid pas pasan, hafalan pun blum seberapa hiks namun jauuuh sebelum memutuskan ngajar ngaji dan tahfidz ini~ hanya berharap bermanfaat bagi banyak insan ciptaanNya, setidaknya sibuk dalam kebaikan, plus berharap menjadi amal jariyah dan yang pasti nya terus berproses belajar. Karena anak anak Rumah Tahfidzh Ummu Ranna ini dah pada keyeeen `Hafalannya mantap~ Menghafal semudah tersenyum kata mereka MasyaAllah~ Maluu ah nggak nambah nambah hafalan…

Dan semua nya tinggal cerita~ semangat berjuang nak anak nan Sholeh lagi Mushlih, semoga Allah mudahkan menjadi penghafal Al-Qur’an dan menjadi wasilah ntuk buk guru nantinya~

Cari nanti yaa nak, jika tidak ditemukan ibu guru disyurgaNya Allah*_*

Ibu guru ingin sekali bersama kalian yang penghafal kitab suciNya

Gamis putih bingkisan kado dari beloved adik

Foto sewaktu temu pembina UKK dengan Para Wisuda wan~ alumni aktivis kampus hee

Foto sewaktu menasik haji nak anak TK Mutmainah~ Asrama haji

Cerita lah seorang adik disebuah kertas kecil yang berisi kan bahwa Mamak (Ibu beliau) biasanya kalo inginkan sesuatu seblum dapat…

selalu membuat sketsa/gambar dan ditempelkan didinding dan mama’ beliau pernah inginkan sebuah mobil sehingga setiap kali kepasar beliau membeli mobil mobilan dan ditaroknya didekat tv diruang sholat (barang kali kata si adik, jika kakak kerumah bakalan melihat mobil mobilan berjejer didekat ruangan sholat, bisa jadi niat sang ibu biar selalu ingat dan didoakan plus disholawatin MasyaAllah meleleh hati ini rasanya😰) sehingga sekarang mama’ si adik ingin sekali naik pesawat dan Alhamdulillah sekarang ortu beliau lagi menabung ntuk menunaikan perintah Rabb nya yakni naik Haji, barang kali Dengan berhaji sang Ayah dan Mama’ bisa naik pesawat hiks Allahumma aamiin, semoga Allah mudahkan.

Nah dari sini lah ane baru ngeh, gamis putih yang ane pakai hari ini yang dikasih dik adik sholehah niat beliau agar ane lebih semangat lagi, lebih kuat lagi Doanya, lebih kuat lagi ikhtiar dan bahkan harus lebih perbanyak lagi Sholawatin baju yang akan ane gantung nanti ddlam kamar didepan ruang sujud ane~
Agar segera Allah undang ane kerumahNya baitullah~
Ah ane terharu, manis sekaaaliii cara mereka, tau tau aja bahwa ane memang sangat mendambakan panggilan Nya ntuk bisa segera Umroh~

Ah semoga Allah mudahkan niat baik kita💚💦

#kadowisudaparty

#wisudaUNPke112

#Ahad, 16 September`18

Detik detik Waktu kian berlalu

Senja telah berlalu,

Akak tahu, di suatu waktu kita akan merindu akan segala takdir yang pernah menyapa kita.

Namun kakak sadar, sudah menjadi sunatullah Nya, ketika ada pertemuan akan pasti ada perpisahan, tapi tenang lah akan ada sebuah pertemuan dimana tak akan ada lagi sebuah perpisahan, bahkan akan abadi selamanya, tentu ditempat yang jauh berbeda bahkan indah penuh bertabur bunga yakni jannahNya

Tampaknya keberkahan Nya senantiasa bersamai kita, nyatanya sudah dua malam ini hujan turut menjadi saksi akan kisah kita, ah semoga selalu dalam dekapan cinta dan kasih sayang Nya

Hujan dan senja ah entah kenapa akhir akhir ini rindu akan hadir nya bahkan ingin selalu bersama.

Sudahlah sekarang rindu telah rapi terkemas, tapi rindu ini akan terus mencari jalan menuju keridhoaNya

hingga doa menjelma akan setia menemani jika kelak tak ada lagi kesempatan untuk bersua dipenghujung senja bahkan di keheningan malam yang ditemani derasnya hujan.
Semoga dilain waktu, kita dipertemukan kembali, berharap ada rasa bahagia yang nampak diraut wajah kita sama halnya, seperti hal foto ini wajah ceria tanpa ada beban melanda (Eaaak so puitis😎)

Selasa, 04 September’18

Pantai Gajah 6

Cerita Skripsi part 2

Penuh Drama

Penuh Drama
Cerita Skripsi part 2~

Tidak ada yang tidak mungkin bagiNya~
Maka janganlah pernah mencoba untuk berputus asa dari rahmat-Nya, sungguh nikmat Nya begitu sempurna~

Cerita nya, berawal tanggal 6 Agustus bakalan berakhir pendaftaran wisuda pada periode September 2018..
Jadilah rehat sejenak, namun tetap mengerjakan apa yang bisa dikerjakan (Red pesan sang Buya Ardi.. kerjakan aja sampai tuntas, belum validator? Kejar secepatnya ntuk menyelesaikan temui terus Dosen validator nya…

Ok baiklah bapak, sekali dan kedua kalinya lancar validator bersama sang ibu Lani (ibuknya baik bangad, ramah, lembut, suka senyum pokok nya baik bangad lah) kenapa buk Lani? Berhubung awal nya beliau sebagai Dosen penguji sewaktu Seminar Proposal Validator kedua buk Yosi (Sosok akhwat, kakak terbaik lah, Ibu Dosen Ding, tapi kami udah akrab dengan panggilan kakak, kak Yosipun sama dirinya bilang kakak, sehingga ikutan juga DECH dikampus maupun diluar kampus panggil kakak, padahal Ibu Dosen yang pernah ngajar ane juga namun sang kakak juga alumni wisma🤗🤭, Kak Yosi selalu menanyakan apa lagi yang bisa kakak bantu?? Biasanya ane hanya balas dengan senyuman hihi segen juga minta bantuan dari beliau, karena beliau kan juga sibuk..
Namun pada akhirnya minta bantuan beliau juga buat validator produk yang ane bikin (red Modul Bernuansa Spiritual) cerita nya sama dengan buk Lani sekali dan dua kali berjalan validator nya, karena ada berbagai lain hal yang membuat terhenti (Red Buk lani ternyata ke Bandung karena anaknya Lulus kuliah di sana, dan Kak Yosi Alhamdulillah ternyata Aqsha bakalan punya adek🤭 sehingga terputus validator nya dan tidak bisa minta validasi dari Buk Lani dan kak Yosi) Qadharullah namun Allah tetap mendatang kan pertolongan Nya, Alhamdulillah…
Ikhtiar, sebagaimana pun harus bisa segera validasi dari Dosen bersangkutan agar bisa lanjut penelitian di sekolah (SMPN 25 Padang) Alhamdulillah waktu pendaftaran wisuda dan ujian skripsi diperpanjang hingga tanggal 15 Agustus, jadilah kembali bersemangat ntuk menyelesaikan validator kontak Buya Ardi~
Alhamdulillah Buya tidak jadi pembimbing namun penguji ane, kebijakan baru dari jurusan…
Awalnya Bapak Lufri pembimbing satu dan Buya Ardi pembimbing dua sehingga dikerucutkan menjadi tiga saja…

Pak Lufri tetap jadi pembimbing satu dan pak Ardi menjadi penguji waah waah menarik sekali nih, ( ceritanya kan sudah terbiasa bimbingan sama Buya Ardi, eh tiba-tiba sang Buya jadi penguji saja) dan ditambah lagi Bapak Indra penguji dua dan MasyaAllah, bapak nya baik sangat..
Beliau itu bolak balik Padang-Padang panjang

Jadilah ane langsung mengkontak pak Ardi dan pak Indra agar bersedia menjadi Validasi Modul ane tadi yang awalnya Validator sama buk Lani dan kak Yosi dengan syarat yaa jangan lupa minta izin dulu sama validator Yang awal…

Alhamdulillah kak Yosi membolehkan ane meminta dilanjutkan validasi nya oleh pak Ardi begitupun buk Lani membolehkan pak Indra melanjutkan.

Setelah dikontak Sang Bapak, Alhamdulillah langsung respon dengan baik…
Hari Jumat ane temui langsung Buya Ardi minta validasi..
Namun Sang Buya sibuk, sehingga kertas Validasi nya beliau bawa pulang dan Alhamdulillah beliau suruh jemput kerumahnya malam itu juga (legah, datang kerumahnya Buya, langsung dapat validasi nya🤭

Dan setelah mengontak pak Indra, bertepatan di hari Jumat…
Sangat disayangkan sekali bapak baru saja pulang dari kampus~
Jadi besok saja jam 10 bapak kekampus hiks (Terharu kali lah, hari Sabtu bapak kekampus hanya untuk validasi modul ane huaaa bapak baik bangad)

Setelah mendapat kan validasi dan izin penelitian dari Sang Bapak Validator, Senin nya langsung penelitian disekolah ( Tiga kali uji coba, karena ane memakai metode Plomp, Alhamdulillah uji kelempok kecil sudah ane lakukan dua kali sebelum uji coba kelompok besar atau satu kelas.

Setelah penelitian, tentulah sibuk pengolahan data🤭 (Alhamdulillah ngak sibuk sibuk amat sih, karena sudah ada dibikin langkah langkah nya [pesan Buya sih, tulis aja apa yang bisa ditulis nantikan tinggal ngisi angkanya] jadilah pembahasan nya sebelum penelitian sudah ada gambaran nya sehingga setelah penelitian tinggal memasukkan angka angka yang diperoleh dari uji coba disekolah ( catatan yak, yang cerita ini karena udah sangat genting hihihi penelitian Senin, sedangkan Rabu terakhir ujian skripsi dan penyerahan berkas karena Jumat 17 Agustus, kan kampus ngk buka hiks Kamispun Dosen pada sibuk lah yaa, banyak agenda kampus huhuhu

Itupun harus berjuang dulu bimbingan sama pembimbing ntuk mendapatkan ACC ujian skripsi ( Pak Lufri, setelah melobi panjang bersama sang bapak, akhirnya bapak ngasih ACC juga cuman sekali bimbingan, namun bapak mempercayai bahwa ane udah sering bimbingan sama Buya Ardi duhduh sering nagdu sih, ngadu jika lagi terkendala hikhik

Alhamdulillah akhirnya dapat ACC, waktu nya memperjuangkan ke jurusan untuk mendapatkan jadwal ujian skripsi, dengan syarat semua berkas syarat kompre pun harus sudah ada disiapkan Alhamdulillah sudah disiapkan, banyak Loch, baru syarat kompre belum lagi syarat Wisuda hiks Syarat nya tes TOEFL yang skor nya harus 400 , Alhamdulillah akhir Juli ane sudah tes TOEFL, Lagi lagi Allah Maha Baik sekali tes langsung lulus, padahal ane gak ngerti amat dengan bahasa Inggris, bahkan pas tes TOEFL ane terlambat masuk nya sehingga anepun bingung duh gimana lah ni ngisi biodata aja ngk bisa hikhik habis berbahasa Inggris semua soalnya hukhuk maklumlah ane kan jarang pulang kampung hihi jadi rada rada lupa bahasa Inggris nya wkwkkw
Namun Qadharullah, lagi lagi pertolongan Allah datang sekali tes langsung lulus, padahal temen temen sampe tiga kali tes bahkan ada yang sampai ketujuh Kali tesnya, yaa udah lah ngk usah dibahas itu nya rezeki masing masing hihi…
Selain TOEFL, sertifikat PKKMB, sertifikat Darling, SEMAK dll nya huaaa ribet ngak sih huhuhu itu baru syarat ujian skripsi yaaak hiks

Setelah lengkap semua berkas dan di ajukan ke jurusan, Alhamdulillah keluar lah jadwal sore nya bahwa ane ujian skripsi hari Rabu jam 07.00 A.m huaa kebayang GK sih, hari terakhir pendaftaran wisuda dan hari terakhir pula ujian skripsi duh ane ni selalu jadi penutup karena akhwat diwisma yang BP 13 dah pada kompre semua, hanya tinggal ane seorang diri hiks ada kekuatan disana…

Pesan sang MR, ikhtiar lakukan bersungguh-sungguh, setelah kita bermujahadah, maka perbanyaklah Doa dan tawakal lah biar Allah yang menentukan segalanya

Huaa, pesan singkat itupun memberikan energi yang luar biasa…

Takpelah yang terakhir bahkan penutup yang kompre diwisma dan penutup pemberian berkas ke jurusan hihi asalkan yang pertama nantinya masuk Syurga ALLAH (mencoba menguatkan diri Eaaak)

Setelah dapat jadwal Skripsi, seneng nya bukan main, hingga lupa ngotak penguji bahwa Rabu ane ujian, konfirmasi nya lupa saking senangnya jadilah sore menjelang magrib ane ditelpon sama Buya dan pak Indra huaa beliau pula yang sibuk ngontak ane duh, yang ujian ntah siapa hikhik eh malah Sang Buya pula yang konfirmasi bahwa ane ujian hari Rabu pagi, seharusnya kan ane meminta kesediaan Buya dan bapak Indra ntuk meluangkan waktunya di hari Rabu buat jadi penguji skripsi ane hihihi (Terimakasih yak atas konfirmasi nya, hihihi ucapan penutup telpon dari sang Buya huaaa)

Alhamdulillah Senin malam sibuk memprin skripsi sebagai bahan untuk penguji dan pembimbing yang akan diserahkan Selasa pagi dan lanjut ngurus ngurus berkas plus memprin SK dosen, surat undangan, absen, from nilai dan semacamnya terpaksa memprin diluar berhubung printer TU rusak, seharusnya tinggal minta sama pengurus TU huhu surat menyurat nya hikhik

Sehingga sorepun berlalu, masih sibuk dikampus…
Buya beberapa kali bilang, pulang lah lagi, belajar dan persiapkan untuk ujian besok huhu ah sedikit gimana gituuuh yaaa Buya biasanya jadi pembimbing namun besok bakalan jadi penguji ane huhu jadilah penuh drama sebelum pulang, merayu Buya dulu…
Besok jangan susah susah yaa paak, ngasih pertanyaan nya…
Coba DECH pak sekarang bapak uji ( Red sebenarnya ane manggil Buya Ardi sama dengan Mahasiswa lain, bapak hihi namun berhubung setiap kali ketemu bapak, bapak selalu nanya.. apa kabar nak dis, jadilah berasa punya bapak Benaran hiks karena sebenarnya anak kandung bapak yang panggil Buya hehe dan ane ikutan panggil Buya dalam cerita ini)

Setelah beberapa banyak pertanyaan yang dilontarkan sang Buya, dan ane tak satupun dapat menjawab nya, padahal itu pertanyaan dasar huaaa, pulang lah lagi bukan itu yang bapak tanya besok ucap Buya Hua bapak nih bikin greget hihi) cus pulang langsung bikin PPT dan belajar😆🤣

Rabu, 15 September 2018… Berusaha ntuk bangun lebih awal agar mendahulu kan Allah sebelum beraktivitas, setengah 7 dah siap siap kekampus hikhik Akhwat pada sibuk dengan urusan masing-masing, ada yang sibuk PPG dan yang baru kompre sibuk dengan perlengkapan berkas syarat wisuda jadilah ane seorang diri kekampus dengan menenteng satu dus yang berisi kan buku sumber dan bukti lampiran penelitian hiks sedih pula tuh, karena biasanya sih setiap akhwat yang ujian proposal maupun Skripsi selalu di antar pakai motor dan ada yang mendampingi namun tiba di ane baik ujian proposal maupun ujian skripsi selalu berjuang sendiri kekampus namun pertolongan akhwat selalu ada sih seperti mesan Snack dan bantuan yang lainnya Alhamdulillah Jazaakumullah Khair akhwatillah hikhik

Nyampe diruangan sidang biologi, ternyata pak Indra dari Padang panjang sudah stay diruangan, hoho padahal sempat diragukan kehadiran sang bapak oleh Buya namun Dosen lain menguatkan, jika sudah janji bisa nguji in shaa Allah bapaknya ontime ternyata benar adanya

Mulai Nerfes ato apasih bahasan nya? Semacam gerogi atau gemetaran gituuh lah ( sapa bapak Indra sendiri aja? Iya pak temen sibuk juga pak ngurus berkas wisuda, ) huaa ane memang tak bisa tanpa jamaah hikhik sehingga ane coba kontak Dila, beliau juga bakalan kompre siang nya…
Habis ane juga ngak tau lagi harus minta tolong sama siapa, soalnya dik adik masih masa masa liburan… Sedangkan ane butuh sekali bantuan tambah lagi ane kurang tau gimana cara masang onfocus nya hiks, Alhamdulillah Si Dila baik hati bersedia membantu dan tidak perlu menunggu lama beliau langsung datang diruangan hihihi pak Indra pun mulai bosan kayaknya tapi ngk tau juga lah hihi soalnya pukul sudah menuju 7.30 coba hubungi pak Lufri dan Buya Ardi, pak Lufri sudah datang tadi kayak nya ujar sang bapak
, ok baik pak…

Tidak lama kemudian, bapak Lufri datang dan Pak Ardi baru konfirmasi otw dan ada macet sedikit dijalan, oK lah bisa sejenak menarikan nafas wkwkkw

Alhamdulillah ujian berjalan dengan haru mebiru hehehe banyak drama sih, ketika pengumuman Pak Lufri bilang awalnya maaf belum bisa dinyatakan Rahma Lulus duh derrrr, eh tau tau sang Bapak hanya acting hahahaha baiklah kita buka kembali jreng jreng Selamat Kepada Rahmasartika dinyatakan Lulus ujian skripsi nya, duh ngak bisa lagi membendung kan air mata yang ada dalam fikiran amak Jo abak dirumah akhirnya anak amak Jo abak wisuda juga hihihi

Banyak pesan dan nasehat dari bapak pembimbing dan penguji in shaa Allah tak akan ane lupakan semoga bisa mengaplikasikan nya di kehidupan yang sebenarnya, menjadi seorang guru teladan dan profesional nantinya

Alhamdulillah~
Huaa udah kepanjangan, lanjut part 3 aja hiks

Rabu, 28 Agustus 2018

0.26 pm lagi insomnia hiks

Kenapa mesti sendu~

Rindu…
Rindu…
Kenapa mesti sendu…

Ah rasanya, tak wajar saja rindu yang mengakar hingga ulung hati~

Rindu ini mah curang, datangnya semaunya saja tanpa izin hiks

Tak terasa air menetes di pipi (bukan terkesan lebay) ketika rindu meruak dihati, tak mampu ntuk bersua apalgi bertegur sapa hikhik Ya, rindu akan kebersamaan yang pernah Allah izinkan ntuk merasakan betapa nikmatnya persaudaraan dan kebersamaan karena Allah-.

Seperti yang pernah diungkapkan juga oleh salah seorang guru dengan bahasanya yang lembut dan mengalir, bahwa keimanan benar-benar telah mengikat hati para hamba Allah dalam kasih sayang yang menggetarkan. Ini bukan lagi ikatan-ikatan semu: garis darah, kabilah, kewilayahan, ras, dan warna kulit, karena Islam telah memproklamirkan sebuah majelis mulia yang di sana duduk mesra Abu Bakar bangsawan Arab, Shuhaib imigran Romawi, Salman Pengembara Persia, dan tentu juga Bilal, bekas budak Negro Habasyah. Mereka selalu merasa indah dalam kebersamaan. Seperti juga kata salah satu Gurunda Ustadz Salim A Fillah, bahwa persaudaraan itu sebening prasangka, sepeka nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi, sekokoh janji. Dan memang benar adanya, kebersamaan dalam bingkai keimanan akan selalu indah, nikmat, karena di dalamnya sudah tersemai bibit keberkahan dalam doa-doa seseorang kepada saudaranya. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, kelak Ar Rahman akan menanamkan dalam hati mereka rasa kasih sayang.” (QS. Maryam: 96)

Rindu, yaa Rindu. . belakangan ini ane rindu berat dengan seorang Murabbiyah yang sekarang berdomisili Lampung, ditambah lagi Ahad kemarin seusai Halaqoh uni meluangkan waktunya buat VC (vidio call melalui WhatsApp) sehingga hati ini meleleh, [langsung mewek] ngak tau entah kenapa bisa mewek, rasanya rindu yang tak terbendung kan lagi huaaa 😎

Sedihnya ditambah lagi, kabarnya uni mau terbang kepadang namun Allah berkehendak lain~

‘Sabar yaa, semoga Allah izinkan kita berjumpa diwaktu yang terbaik menurut Nya, pesan Sang uni🤭

Huhuhu

Cerita Skripsi

Penuh Drama~

part 1
.
Hmmm rasanya perjuangan ini Allah lancarkan sedari awal hingga di akhir (red jilid skripsi)

Ah namun ada satu hal peristiwa yang membuat diri ini sedikit berdiam sejenak~
Membayangkan dari awal proses meminta kesediaan pembimbing satu dan dua Allah mudahkan, bahkan lancar lancar saja [upss ada sih sedikit drama waktu minta PA sebagai pembimbing, bahasa nya saja yang gak tepat [[Salam Bapak, maaf pak.. bapak bersedia menjadi pembimbing satu saya pak??? …..
Waw langsung DECH si bapak ceramah, kalo bapak nggak bersedia gimana? T_T bahasa komunikasi nya salah bangad ah, seharusnya bukan begitu, begini begini loh ujar sang bapak…..
Alhamdulillah ending nya sang bapak bersedia hiks]]

Lanjut ke pembimbing dua [[Buya Ardi, nah bapak yang satu ini baik banget… Pokoknya bangat lah, UPS bapak pembimbing satu juga baik sangat… Hehe sekali bimbingan skripsi langsung Acc😂🤚🏼 dengan modal nekat untuk siap ujian besok paginya huaaa~
Bukan nekat sih sebenarnya, namun detik detik terakhir pendaftaran wisuda, sehingga jadi lah drama yang sangat dramatis hukhuk

Eh tau nggak, bimbingan skripsi S1 ini {berharap Allah izinkan lanjut S2 kalo nggak S2.. S3 juga gpp yaa Rabb}, ane paling banyak bimbingan sama bapak pembimbing dua (red Buya Ardi, berhubung sang Buya ketua prodi GK sibuk-sibuk amat lah, Alhamdulillah sering stay diruangan meskipun banyak jam terbang juga, lumayan lah dari pada pembimbing satu, soalnya beliau bapak Dekan FMIPA UNP jadi sangat sibuk sekali tentunya UPS gak juga Ding nyata nya setiap ane temui selalu ada diruangan Alhamdulillah Allah yang mudahkan segala urusan🙂

Cerita nya gini, awalnyakan harus bimbingan Bab 1, tepatnya latar belakang duh Bimbingan ini bikin semangat loh apalgi banyak coretan nya makin menggebu-gebu semangat, yang udah mengalami pasti udah tau rasa semangat nya yang belum tau coba aja DECH ntar, Cepetin aja nemuin dosen pembimbing, segera ajukan judul hihi
Jadi, saking semangatnya bimbingan sehingga terus menerus bimbingan Bab 1, setelah di coret coret langsung revisi sehingga berlangsung hingga ada sekitar 10 kali revisi, itu baru bab satu loh…
Sampe-sampe buya pembimbing satu bosan ntuk melayani hihihi (cakap Sang buya, ini ngk mau lanjut ke bab dua dan tiga???) Masa latar belakang melulu?

Maklum lah yaa, baru perdana bimbingan skripsi sehingga bersabar menanti instruksi dari sang buya hohoho tambah lagi sang Buya biasanya sih kata temen yang udah berpengalaman, Buya lebih menguatkan di bab satunya~
Hihi

Semua proses dilalui, selalu ada kemudahan setiap bimbingan..
Kadang Buya ngajak Mahasiswa bimbingan nya makan diluar, pernah juga buka bareng dirumah beliau, main ke pantai Padang alasannya sih biar gak bosan diruangan melulu bimbingan nya (ah sang Buya ini memang sangat baik lah, coba tanya aja kesiapapun yang pernah jadi Mahasiswa bimbingan beliau..
Beliau memperlakukan Mahasiswa beliau special gituuuh huhuhu ‘selalu dimudahkan gituh lah maksudnya🤭🤚🏼

Ane perhatiin sih, begitu lah cara beliau untuk berdakwah~ banyak Mahasiswa sangat tersentuh dari ketulusan yang Buya berikan…..
Pembicaraan tentang beliau itu hanya kebaikan, duh udah ah hanya Allah yang mampu membalas kebaikan sang buya..

Yang paling mengesankan itu, sedari awal ane dan Mahasiswa lainnya disediakan oleh Buya printer agar lebih hemat gituh ujar sang Buya, di tambah pas ane sibuk mau ujian skripsi printer sang buya dari rumah pun ane bawa kewisma ah sampai selesai jilid Done printer buya standby diwisma🤭😁

Bersambung 😋

Bermuhasabah lah wahai diri

Mentari pagi nampaknya enggan ntuk menyinari pagi ini~
Sehingga mendung bersahabat menemani, begitu juga kondisi Ruhani [[kalolah diri merasa paling baik, dan enggan ntuk terus memperbaiki kualitas, akhirnya enggan ntuk terus melakukan kebaikan.

Sungguh amat merugilah diri jika dari hari ke hari tidak lebih baik, jangan pernah lelah memang butuh kesabaran nan kuat, ikhlas berserta Ridha ntuk melakukan penghambaan diri kepada illahi Rabbi.

Lakukan saja apa yang Allah cintai, lalu senantiasa lah ntuk berbenahi, mengisyafi betapa banyaknya dosa, maksiat dan cela diri.

Jikalau waktu penghabisan telah tiba, tiada lagi bisa di lakukan
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” (Q.S. Yasin/36 : 65)

Maka lakukanlah sekarang juga ntuk bermuhasabah diri, sudah sejauh mana penghambaan diri kepada Sang Pemilik Arsy.

“Hisablah diri (introspeksi) kalian sebelum kalian dihisab, dan berhias dirilah kalian untuk menghadapi penyingkapan yang besar (hisab). Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menjadi ringan hanya bagi orang yang selalu menghisab dirinya saat hidup di dunia.”

Sayyidina Umar menganggap bahwa evaluasi diri lebih dini akan menguntungkan kita pada kehidupan kelak. Mengapa? Karena dengan mengevaluasi diri sendiri, manusia akan mengenali kekurangan-kekurangannya yang diharapkan dapat diperbaiki sesegera mungkin. Kondisi ini akan meminimalkan kesalahan sehinga tanggung jawab dalam kehidupan di akhirat nanti menjadi sangat ringan.

Dari Syadad bin Aus ra, dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda, ‘Orang yang cerdas (sukses) adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri, serta beramal untuk kehidupan sesudah kematiannya. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT.’ (HR Tirmidzi. Ia berkata, “Ini hadits hasan”).

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑